Rabu, September 24, 2008

MotoGP Indianapolis


THE
FANTASTIC
RACE
FROM
MOTOGP INDIANAPOLIS

Jumat, Juni 13, 2008

Penyesalan Valentino Rossi


GERNO DI LESMO - Diam-diam juara dunia tujuh kali MotoGP Valentino Rossi memendam 'penyesalan' karena tidak beralih menjadi pembalap Formula One (F1) bersama Ferrari. Padahal, kesempatan itu telah berada di depan mata.

Selidik punya selidik, ternyata Rossi sempat beberapa kali mengikuti tes untuk membawa mobil berlogo Kuda Jingkrak tersebut. Kebanyakan dilakukan pembalap berjuluk The Doctor itu di Valencia pada awal 2006.

Torehan waktu Rossi ketika membesut Ferrari juga termasuk lumayan. Dia sempat membayang-bayangi catatan waktu Michael Schumacher. Justru pengalamannya itulah yang membuat Rossi berandai-andai bagaimana bila dirinya jadi beralih ke ajang F1.

"Maaf bukan kata yang tepat. Tapi saya menyisakan sedikit penyesalan, karena saya masih penasaran dengan apa yang bisa saya kerjakan," jelas Rossi kepada Affari Italiani, Jumat (23/5/2008).

"Saya menuai hasil bagus dalam tes. Dan merupakan impian saya bisa membalap bersama Ferrari, tapi pada saat itu saya belum siap melompat (ke F1) dan sedang berada di pertengahan (balap) motor," lanjut pembalap asal Italia itu.

"Mengendarai mobil F1 sangat mengasyikkan. Mobil F1 lebih terlihat seperti pesawat ketimbang sebagai mobil, yang memberi sensasi luar biasa. Tapi bagi pembalap motor, mengemudi mobil F1 juga menjadi perasaan yang aneh, memasukkan kaki ke dalam lubang hitam seperti itu," serunya.

Beruntung Rossi mengambil keputusan yang tepat dengan tetap bertahan di motor. Karena selepas mengambil keputusan itu, karir pembalap berusia 29 tahun tersebut justru semakin melonjak di MotoGP.

Ronaldo Jadikan Rossi Interisti


MILAN - Valentino Rossi boleh menjadi pembalap MotoGP tersukses di planet ini. Namun disela-sela kesibukannya menjalankan rutinitas balapnya musim ini, The Doctor tetap tidak absen memantau perkembangan klub kesayangannya, Inter Milan.

Ya, Rossi memang menjadi Internisti yang tidak patut dipertanyakan keloyalannya dan semua orang tentu tahu itu. Namun bagaimana Rossi bisa jatuh cinta kepada Nerazzurri tentu hanya sedikit orang yang tahu.

Rossi sendiri mengakui dirinya mulai jatuh cinta terhadap Inter Milan saat sang fenomenal Ronaldo datang ke San Siro pada 1997 lalu. Kekagumannya pada striker asal Brasil itu secara perlahan menyeret hati
Rossi kepada klub milik Massimo Moratti itu. Padahal, Rossi kecil dulu sangat mencintai Sampdoria.

"Saya menjadi fans Inter karena kedatangan Ronaldo. Sebelumnya saya tidak terlalu mengikuti sepak bola," ujar Rossi seperti yang dilansir goal, Kamis (5/6/2008).

"Ketika saya kecil saya mendukung Sampdoria, karena semua orang menjadi Interisti, Milanisti atau Juventini, dan saya memilih La Samp yang kuat saat ada Vialli dan Mancini. Kemudian Ronaldo datang dan ini membuat saya tertarik," ujar Rossi.

Saat dikonfirmasi mengenai pemecatan Roberto Mancini dan pengangkatan Jose 'The Spesial One' Mourinho, tersirat Rossi lebih memilih Mancini.

"Mancini? Saya minta maaf melihat dia pergi, karena dia adalah pelatih yang memberikan banyak kemenangan," ujar pembalap berusia 29 tahun.

"Namun saya rasa keretakan terjadi, meskipun saya lihat hanya kecil. Pada suatu hari nanti, saya harap dia akan kembali," tambah pembalap Fiat Yamaha.

Saat ditanya mengenai pelatih baru Inter, Rossi memang terlihat sedikit tidak suka, bahkan menyindirnya.

"Mourinho selalu terlihat percaya diri. Saya sering dengar dia berkata ?kami akan menang malam ini, ini bukan pertandingan, kami lebih kuat' dan kemudian timnya kalah 2-0," sindir Rossi.

"Mari kita lihat apa yang akan terjadi karena saya rasa Inter adalah sebuah tim yang sulit diatur. Mungkin dia akan menemui beberapa masalah karena dia bukan orang Italia," ujar Rossi.

Dalam kesempatan itu Rossi juga ditanya mengenai sosok Massimo Moratti. Menurut Rossi, Moratti adalah sosok terpenting Nerazzurri meskipun terkadang terlalu bernafsu.

Italia Kalah, Tuah Yamaha Rossi Mentah


Foto: AP
BERNE - Tim nasional Italia dihancurkan tim Oranye Belanda di Piala Eropa 2008. Tuah motor FIAT - Yamaha edisi Timnas Italia yang dipakai Valentino Rossi, mentah.

Sebagai pria asli Italia dan penggila sepakbola, Rossi termasuk dalam kategori pendukung fanatik tim Azzurri. Sama dengan mayoritas suporter lain, Rossi tak mau ketinggalan ikut menyuarakan dukungan bagi tim sepakbola Italia.

Berbeda dengan dukungan yang biasa ditunjukkan oleh para suporter pada umumnya, The Doctor memiliki cara unik tersendiri dalam menunjukkan apresiasinya terhadap Azzurri. Bentuk dukungan yang diperlihatkan Rossi, adalah dengan menunggangi motor khusus yang dicat dengan warna biru khas kostum tim nasional Italia.

"FIAT ingin menunjukkan dukungan kepada tim nasional sepakbola Italia yang akan berjuang di turnamen Euro 2008. Saya suka motor ini. Motor berwarna biru kostum Italia," demikian komentar Rossi.

Motor bercat biru langit tersebut, ditunggangi Rossi di GP Spanyol pekan lalu. Dengan menunggangi motor itu, Rossi sukses menggondol gelar juara kedua di Catalunya, tapi Italia justru menelan kekalahan telak 0-3 dari Belanda.

Tuah motor FIAT Yamaha biru Rossi di Barcelona rupanya belum cukup kuat mengangkat kemenangan bagi tim Azzurri. Tuah Rossi masih mentah.

Belum jelas apakah Rossi akan memakai motor FIAT - Yamaha bercat biru langit untuk MotoGP berikutnya. Tapi jika Italia masuk perempatfinal, maka kemungkinan itu ada, karena hari pelaksanaan laga perempat final Piala Eropa bertepatan dengan ajang GP Inggris di Sirkuit Donington Park, Minggu (22/6/2008). (fmh)